Cara menghitung gaji karyawan harian dan bulanan
Selama karyawan Anda satu orang, gaji bisa diingat di kepala. Begitu jadi tiga, mulai muncul pertanyaan yang tidak enak: bulan lalu dia masuk berapa hari, lemburnya sudah dibayar belum, dan kenapa jumlahnya beda dari bulan sebelumnya.
Tulisan ini membahas cara menghitungnya dengan rapi sejak awal, supaya tidak jadi sumber perselisihan di kemudian hari.
Tiga skema yang umum di usaha kecil
1. Gaji harian
Dibayar per hari kerja nyata. Cocok untuk pekerjaan yang beban kerjanya naik-turun — pedagang pasar, usaha musiman, atau tenaga bantuan akhir pekan.
Gaji = tarif harian × jumlah hari masuk
2. Gaji bulanan
Jumlahnya tetap tiap bulan tanpa memandang jumlah hari dalam bulan itu. Cocok untuk karyawan tetap. Lebih mudah dianggarkan dan biasanya lebih menenangkan bagi karyawan.
Gaji = gaji pokok bulanan, dikurangi potongan kalau ada
3. Borongan atau per hasil
Dibayar per satuan hasil kerja — per potong, per kilo, per pesanan selesai. Cocok untuk produksi. Yang perlu dijaga: mutu tidak turun karena orang mengejar jumlah.
Gaji = tarif per satuan × jumlah satuan yang selesai
Komponen gaji yang wajar untuk usaha kecil
Anda tidak perlu meniru struktur gaji perusahaan besar. Empat komponen ini biasanya sudah cukup dan mudah dijelaskan:
- Gaji pokok — angka dasarnya
- Tunjangan tetap — misalnya uang makan atau transport harian
- Lembur — kalau ada jam kerja di luar jadwal
- Bonus — kalau ada, misalnya dari target penjualan
Lalu dikurangi potongan, kalau ada — biasanya kasbon atau ketidakhadiran tanpa izin.
Contoh perhitungan gaji harian
Rudi — kasir toko, gaji harian
Tarif harian Rp 110.000 · uang makan Rp 15.000 per hari masuk
Periode 1–30 September, masuk 26 hari
Lembur 6 jam @ Rp 20.000
Kasbon tanggal 12 sebesar Rp 300.000
Gaji pokok: 26 × 110.000 = Rp 2.860.000
Uang makan: 26 × 15.000 = Rp 390.000
Lembur: 6 × 20.000 = Rp 120.000
Total kotor = Rp 3.370.000
Potongan kasbon = Rp 300.000
Diterima = Rp 3.070.000
Contoh perhitungan gaji bulanan dengan potongan
Sari — staf gudang, gaji bulanan
Gaji pokok Rp 3.200.000 per bulan
Bulan September ada 26 hari kerja terjadwal
Sari tidak masuk 2 hari tanpa keterangan
Nilai satu hari kerja = 3.200.000 ÷ 26 = Rp 123.077
Potongan 2 hari = Rp 246.154
Diterima = 3.200.000 − 246.154 = Rp 2.953.846
Catatan: pembagi yang dipakai (26) harus disepakati di awal dan konsisten setiap bulan. Kalau bulan berikutnya Anda pakai 25, karyawan akan merasa aturannya berubah-ubah — dan mereka benar.
Empat hal yang harus disepakati di awal
Hampir semua perselisihan gaji di usaha kecil berasal dari hal yang tidak pernah dibicarakan, bukan dari niat buruk:
- Tanggal gajian yang pasti. "Awal bulan" terlalu longgar. Tetapkan tanggal, misalnya setiap tanggal 5.
- Cara menghitung ketidakhadiran. Sakit dengan surat, izin, dan mangkir diperlakukan sama atau berbeda?
- Kapan lembur dihitung dan berapa tarifnya. Sepakati sebelum lembur terjadi, bukan setelahnya.
- Batas dan cara pemotongan kasbon. Berapa maksimum, dipotong berapa kali, dan bagaimana kalau karyawan berhenti sebelum lunas.
Kenapa slip gaji tetap perlu
Banyak pemilik usaha kecil melewatkan slip gaji karena merasa berlebihan untuk dua-tiga orang. Padahal slip gaji menyelesaikan tiga masalah sekaligus:
- Menghentikan perdebatan. Kalau ada yang merasa gajinya kurang, perbandingannya jadi dokumen — bukan ingatan dua orang yang berbeda.
- Berguna untuk karyawan. Slip gaji sering diminta saat mengajukan kredit motor atau sewa rumah. Memberikannya adalah hal kecil yang sangat dihargai.
- Memaksa Anda mencatat. Biaya gaji adalah salah satu pengeluaran terbesar usaha. Kalau tidak dicatat rapi, laporan laba rugi Anda tidak pernah benar.
Isi minimum sebuah slip gaji
Nama karyawan · periode (misal 1–30 September 2026) · rincian penerimaan (pokok, tunjangan, lembur, bonus) · rincian potongan · jumlah diterima · tanggal pembayaran.
Sudah. Tidak perlu lebih rumit dari itu.
Jangan lupa memasukkan gaji ke arus kas
Gaji biasanya keluar sekaligus di tanggal yang sama setiap bulan, dalam jumlah besar. Kalau tidak direncanakan, ini yang sering membuat kas mendadak seret padahal penjualan baik-baik saja.
Sisihkan sejak awal bulan, jangan menunggu tanggal gajian tiba. Pembahasannya ada di cara mengatur arus kas usaha kecil.
Menghitung dan mencatatnya sekaligus
Omzeta punya skema gaji per karyawan, periode penggajian, dan slip gaji yang bisa dicetak — dan setiap gaji yang dibayarkan otomatis masuk sebagai pengeluaran di arus kas, jadi laporan keuangan Anda ikut benar tanpa pekerjaan tambahan.
Bacaan lanjutan: cara mengatur arus kas dan cara membaca laporan laba rugi.